Senator AS Chris Murphy Kritik Donald Trump, Tolak Danai Konflik Iran

By Admin


Senator Chris Murphy

nusakini.com, Kebijakan luar negeri Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump terkait konflik dengan Iran mendapat sorotan tajam dari kalangan internal. Anggota Senat dari Partai Demokrat, Chris Murphy, melontarkan kritik keras tersebut dalam sebuah wawancara pada hari Minggu, 9 Agustus 2026.

Tokoh politik tersebut menilai bahwa pemerintah AS saat ini berada dalam posisi yang tidak menguntungkan akibat perseteruan itu. "Amerika menjadi lebih lemah, sedangkan Iran menjadi lebih kuat," tutur Murphy dalam pernyataannya kepada jaringan televisi NBC.

Murphy berpandangan bahwa eskalasi ketegangan yang terus berlanjut justru merugikan stabilitas ekonomi domestik secara signifikan. Kondisi ini diklaim membuat masyarakat Amerika Serikat menanggung beban berat akibat lonjakan harga barang kebutuhan sehari-hari.

Untuk meredam dampak negatif tersebut, sang senator menyarankan agar jalur diplomasi segera diambil meski hasilnya mungkin tidak ideal. Ia bahkan menyatakan kesiapannya mendukung kesepakatan yang dianggap buruk demi mengakhiri perselisihan dan memulihkan akses strategis di Selat Hormuz.

Proses perundingan yang tengah mengalami kebuntuan disebut berdampak langsung pada melambungnya biaya operasional jalur perairan internasional tersebut. Di sisi lain, laporan The Washington Times menyebutkan bahwa pihak Iran mengajukan sejumlah prasyarat negosiasi, termasuk kompensasi finansial dan pencabutan sanksi ekonomi.

Teheran dilaporkan juga meminta agar seluruh aktivitas militer Amerika Serikat di kawasan tersebut segera dihentikan sepenuhnya. Menyikapi situasi ini, Murphy menegaskan penolakannya terhadap rencana alokasi anggaran tambahan untuk kelanjutan operasi militer di sana.

Namun demikian, politikus Demokrat ini memastikan komitmennya terhadap pemulihan kekuatan pertahanan nasional pascakonflik secara terukur. Ia mengaku akan tetap menyetujui pendanaan untuk mengisi kembali stok amunisi Amerika Serikat setelah perselisihan ini benar-benar usai. (*)